{"id":137,"date":"2025-11-08T13:37:54","date_gmt":"2025-11-08T13:37:54","guid":{"rendered":"https:\/\/pengabdianbanua.com\/?p=137"},"modified":"2025-11-08T13:59:04","modified_gmt":"2025-11-08T13:59:04","slug":"hak-cipta-resmi-panduan-tata-cara-bapukung-warisan-kearifan-lokal-banjar-yang-diakui-negara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pengabdianbanua.com\/index.php\/2025\/11\/08\/hak-cipta-resmi-panduan-tata-cara-bapukung-warisan-kearifan-lokal-banjar-yang-diakui-negara\/","title":{"rendered":"Hak Cipta Resmi : Panduan Tata Cara Bapukung, Warisan Kearifan Lokal Banjar yang Diakui Negara"},"content":{"rendered":"\n<h1 class=\"wp-block-heading\"><\/h1>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"304\" height=\"166\" src=\"https:\/\/pengabdianbanua.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/images.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-138\" srcset=\"https:\/\/pengabdianbanua.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/images.jpg 304w, https:\/\/pengabdianbanua.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/images-300x164.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 304px) 100vw, 304px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p>Kabar membanggakan datang dari <strong>Universitas Borneo Lestari (UNBL)<\/strong>, Kalimantan Selatan. Melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), tim dosen dan peneliti berhasil mendapatkan <strong>Sertifikat Hak Cipta<\/strong> dari <\/p>\n\n\n\n<!--more-->\n\n\n\n<p>Kementerian Hukum dan HAM RI untuk karya berjudul <em>Panduan Tata Cara Bapukung: Kearifan Lokal Suku Banjar dalam Praktik Menidurkan Bayi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Sertifikat dengan <strong>Nomor Pencatatan 000972185<\/strong> ini diterbitkan pada <strong>15 September 2025<\/strong>, menandai pengakuan negara terhadap kekayaan intelektual yang bersumber dari tradisi masyarakat Banjar. Buku panduan tersebut pertama kali diumumkan pada <strong>28 Agustus 2025 di Kabupaten Banjar<\/strong> dan akan mendapat perlindungan hukum selama <strong>50 tahun<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Mengangkat Tradisi Bapukung<\/h2>\n\n\n\n<p><em>Bapukung<\/em> adalah tradisi khas masyarakat Banjar dalam menidurkan bayi dengan ayunan kain. Praktik ini bukan hanya sarat makna budaya, tetapi juga menyimpan nilai kearifan lokal terkait pengasuhan anak. Panduan yang disusun tim UNBL bertujuan mendokumentasikan sekaligus melestarikan tradisi tersebut agar tetap dikenal generasi sekarang dan mendatang.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Tim Pencipta<\/h2>\n\n\n\n<p>Karya ini lahir dari kolaborasi sejumlah dosen dan peneliti UNBL, di antaranya:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Muhammad Saufi, S.Pd.I., M.M.<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Sila Rizqina, S.Mat., M.Si.<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Nila Cahya, S.Mat., M.M.<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Syarbani<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Wahyuni Candra<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Dengan semangat pelestarian budaya, tim ini berhasil mengemas tradisi <em>bapukung<\/em> dalam bentuk booklet yang mudah dipahami masyarakat luas.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apresiasi untuk Karya Lokal<\/h2>\n\n\n\n<p>Pencatatan resmi ini menjadi bukti bahwa <strong>kearifan lokal memiliki nilai akademis, budaya, dan hukum yang tinggi<\/strong>. Lebih dari sekadar melindungi hak cipta, pengakuan ini juga membuka peluang agar tradisi <em>bapukung<\/em> dapat dipromosikan ke ranah lebih luas\u2014baik sebagai bagian dari pendidikan budaya, maupun inspirasi dalam praktik pengasuhan modern.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<p>Dengan adanya hak cipta ini, Universitas Borneo Lestari tidak hanya menjaga warisan budaya Banjar, tetapi juga menegaskan komitmennya dalam memperkaya khasanah ilmu pengetahuan, seni, dan sastra di Indonesia.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kabar membanggakan datang dari Universitas Borneo Lestari (UNBL), Kalimantan Selatan. Melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), tim dosen dan peneliti berhasil mendapatkan Sertifikat Hak Cipta dari<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[25],"tags":[],"class_list":["post-137","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sosial"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pengabdianbanua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/137","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pengabdianbanua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pengabdianbanua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pengabdianbanua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pengabdianbanua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=137"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/pengabdianbanua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/137\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":153,"href":"https:\/\/pengabdianbanua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/137\/revisions\/153"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pengabdianbanua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=137"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pengabdianbanua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=137"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pengabdianbanua.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=137"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}